Kenapa Storefront Merlin Dibangun dengan Astro
Toko online cuma berguna kalau ketemu orang. Itu constraint yang menentukan alat yang saya pakai untuk membangun storefront Merlin.
Ditulis
Toko online cuma berguna kalau ketemu orang. Itu constraint yang menentukan alat yang saya pakai untuk membangun storefront Merlin.
Begitu storefront Merlin mulai dibangun, ada satu kebutuhan yang gamblang: toko ini harus ketemu calon pembeli lewat pencarian. Orang ngetik nama produk di Google, dan toko harus muncul di sana.
Nyari Berdasarkan Tiga Kriteria
Kali ini prosesnya beda dari waktu saya cari backend.
Waktu itu saya sempat singgah dulu ke kandidat yang ternyata setara dengan yang mau ditinggalkan, baru ketemu jawaban sebenarnya — ceritanya sudah saya tulis di episode sebelumnya.
Untuk storefront, saya langsung nyari berdasarkan tiga kriteria: SEO-friendly, ringan, dan skor Lighthouse tinggi. Tiga kriteria itu yang jadi pegangan, bukan nama framework yang lagi populer.
Salah satu yang bantu ngearahin pencarian itu obrolan sama senior frontend developer yang saya kenal — dari situ Astro mulai masuk radar sebagai kandidat yang layak dicek buat kriteria ini.
Konsekuensinya
Dari tiga kriteria itu, jawabannya jatuh ke Astro — halaman dikirim sebagai HTML apa adanya, ringan dan langsung terbaca mesin pencari.
Hasilnya terukur, bukan cuma janji framework: 14 halaman storefront Merlin — satu landing page dan 13 toko — semuanya dapat skor Lighthouse aksesibilitas, best practices, dan SEO 100 dari 100.
Constraint yang Sama, Jawaban yang Beda
Admin panel Merlin — tempat pemilik toko atur produk dan pesanan — tetap saya bangun pakai React. Constraint-nya beda: gak pernah butuh muncul di hasil pencarian, yang dibutuhkan justru interaktivitas tinggi buat kerja sehari-hari.
Constraint yang beda menghasilkan alat yang beda.
Balik ke Pertanyaan Awal
Toko yang tidak ketemu di pencarian, buat siapa?
Astro ada di storefront Merlin karena pertanyaan itu yang dijawab duluan — bukan karena framework-nya sedang naik daun, tapi karena toko ini memang harus ketemu orang lebih dulu, sebelum urusan lain.
Kategori: Build
Catatan lainnya
Kenapa Kami Rombak Grid yang Sudah Jalan di Production
Grid varian admin Merlin sudah lolos development dan berjalan di production, sampai satu komplain dari pemakaian nyata membuatnya dirombak total dalam hitungan jam.
Kenapa Merlin Berubah dari Single-Tenant ke Multi-Tenant
Keputusan arsitektur yang terasa final ternyata punya asumsi bisnis di baliknya. Begitu asumsinya berubah, keputusannya layak ikut ditinjau ulang.
Kenapa Kami Meninggalkan Laravel untuk Go
Server yang penuh yang membuat kami mulai mencari alternatif. Tapi yang membuat kami bertahan dengan Go sampai sekarang, ternyata bukan lagi soal itu.